
cilacapkab.bnn.go.id, Cilacap (14/8) – Sebanyak 1.139 mahasiswa baru Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengikuti sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di Gedung Serbaguna PNC, Rabu (13/8). Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Kombes Pol Eddy Mulsupriyanto, S.E., M.A.P., sebagai narasumber utama.
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran anti-narkoba sejak hari pertama mahasiswa baru memulai perkuliahan. Dalam paparannya, Eddy menekankan bahwa kampus merupakan salah satu lingkungan strategis untuk menanamkan nilai-nilai pencegahan narkoba karena berisi generasi muda yang memiliki potensi besar dalam pembangunan bangsa.
“Mahasiswa harus mampu melindungi diri sendiri dan lingkungannya. Tiga prinsip yang harus dipegang adalah berani menolak jika ditawari narkoba, berani menjalani rehabilitasi jika sudah terlanjur terjerumus, dan berani melapor jika mengetahui peredaran narkoba. Ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menjaga nama baik kampus dan masyarakat,” tegas Eddy di hadapan ribuan peserta.
Ia menambahkan, perkembangan peredaran narkoba kini semakin kompleks. Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, termasuk memanfaatkan media sosial dan platform daring untuk transaksi. Beberapa kasus bahkan menunjukkan adanya penyalahgunaan obat-obatan yang disamarkan sebagai suplemen atau minuman kekinian, sehingga perlu kewaspadaan ekstra dari generasi muda.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan interaktif. Mahasiswa baru diberikan kesempatan bertanya mengenai berbagai hal, mulai dari jenis-jenis narkoba yang umum beredar, dampak medis dan hukum bagi pengguna, hingga prosedur pelaporan ke pihak berwenang. Menurut panitia, sesi tanya jawab ini menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap isu pencegahan narkoba di lingkungan mereka.
Sebagai bagian dari kegiatan, BNN Kabupaten Cilacap melaksanakan tes urin secara sampling terhadap 30 mahasiswa baru. Peserta dipilih secara acak untuk memberikan gambaran awal kondisi mahasiswa PNC terkait penyalahgunaan narkoba. Eddy menegaskan bahwa tes ini bersifat preventif, bukan represif. “Kami ingin membangun budaya sehat di kampus, bukan menakut-nakuti mahasiswa,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen PNC dan BNN Kabupaten Cilacap dalam mewujudkan Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba). Program ini tidak hanya meliputi sosialisasi dan tes urin, tetapi juga pembentukan jejaring relawan anti-narkoba di tingkat mahasiswa, pelatihan deteksi dini, serta penguatan kerja sama dengan organisasi mahasiswa dan dosen pembimbing akademik.
Direktur PNC, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BNN merupakan bagian dari strategi menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa kami memiliki lingkungan belajar yang bebas dari ancaman narkoba, sehingga mereka dapat fokus pada prestasi akademik dan pengembangan diri,” ujarnya.
Kegiatan PKKMB yang berlangsung selama beberapa hari ini diisi dengan berbagai materi pengenalan kampus, pembinaan karakter, hingga pelatihan soft skills. Penempatan sosialisasi P4GN di hari pertama menjadi simbol bahwa kampus menempatkan isu pencegahan narkoba sebagai prioritas utama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru PNC dapat menjadi pelopor gerakan anti-narkoba, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di masyarakat. BNN Kabupaten Cilacap menyatakan akan terus memantau dan memberikan pendampingan untuk memastikan program Kampus Bersinar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (kj)





