
cilacapkab.bnn.go.id, Cilacap – (16/9) Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul ‘Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap tahun 2025 berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sebanyak 550 mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk sesi sosialisasi yang sangat penting dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap.
Pada kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Kombes Pol Eddy Mulsupriyanto, S.E., M.A.P., hadir langsung untuk menyampaikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurutnya, dunia kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang bersih dari narkoba.
“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini ditentukan. Jika narkoba merusak kalian, maka hancurlah harapan Indonesia. Oleh karena itu, kalian harus berani berkata tidak pada narkoba, berani melaporkan jika melihat penyalahgunaan, dan jangan pernah takut untuk mencari pertolongan melalui rehabilitasi bila ada yang terlanjur terjerumus,” tegas Eddy di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan tidak sekadar berupa teori, tetapi juga berbasis pada realita lapangan. Kepala BNN Kabupaten Cilacap menjelaskan bagaimana sindikat narkoba kini menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari peredaran melalui lingkungan pertemanan, media sosial, hingga penyamaran dalam bentuk makanan dan minuman.
Kegiatan ini diwarnai dengan dialog interaktif. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar peran mahasiswa dalam P4GN. Salah satu mahasiswa bertanya mengenai apa langkah paling sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu program BNN. Dengan lugas, Eddy menjawab bahwa langkah paling nyata adalah menjaga diri sendiri, berani menolak tawaran narkoba, dan mengajak teman sebaya untuk melakukan hal yang sama.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menjadi agent of change. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak lingkungan positif di kampus, baik melalui kegiatan organisasi, komunitas, maupun pergaulan sehari-hari.
“Kampus adalah benteng terakhir yang bisa mencetak generasi bebas narkoba. Jika kalian bisa menjaga integritas di sini, maka kalian siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” tambahnya.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. Melalui pembekalan sejak dini, mahasiswa Unugha diharapkan memiliki kesadaran penuh akan bahaya narkoba dan menjadi bagian dari gerakan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).





