Skip to main content
PemberantasanPencegahan dan PemberdayaanRehabilitasiBerita UtamaArtikel

Commander Wish 2025, Arah Kebijakan Kepala BNN RI dalam Memperkuat P4GN

Dibaca: 146 Oleh 15 Sep 2025Tidak ada komentar
Commander Wish 2025, Arah Kebijakan Kepala BNN RI dalam Memperkuat P4GN
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

cilacapkab..bnn.go.id, Cilacap – (15/9) Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, menegaskan kembali pentingnya soliditas sebagai kunci utama dalam melaksanakan tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penegasan ini disampaikannya dalam kegiatan Commander Wish yang digelar pada Kamis (11/9) di GOR Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, yang dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama, baik dari tingkat pusat maupun daerah.

Soliditas, Integritas dan Sinergitas sebagai Fondasi

Dalam arahannya, Kepala BNN RI mengingatkan bahwa setiap insan BNN harus memiliki semangat yang sama, bergerak dengan visi yang sejalan, serta menjadikan soliditas sebagai pedoman dalam bekerja. “Soliditas harus menjadi landasan kita. Kita harus kuat, tahan uji, dan tidak boleh mudah rapuh. Tantangan pasti berat, tetapi dengan kekompakan dan tekad yang sama, kita pasti bisa melewatinya,” tegasnya di hadapan para peserta.

Selain menekankan pentingnya soliditas, Kepala BNN RI juga menyoroti dua nilai fundamental lain yang menjadi bagian dari tagline kepemimpinannya, yakni integritas dan sinergitas. Menurutnya, integritas adalah fondasi moral yang harus diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan tindakan setiap insan BNN. Tanpa integritas, seluruh kebijakan dan strategi tidak akan berjalan efektif karena kehilangan ruh utama dalam tata kelola kelembagaan.

Sementara itu, sinergitas ditekankan sebagai bentuk kerja sama yang erat, baik antarunit di lingkungan internal BNN maupun dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal. Kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi harus kita bangun dengan masyarakat, lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, hingga organisasi internasional, demi mewujudkan Indonesia Bersinar,” ungkapnya.

Tiga Misi Utama BNN RI

Dalam forum tersebut, Kepala BNN RI juga memaparkan arah strategis kepemimpinannya melalui tiga misi utama yang menjadi pijakan dalam mewujudkan visi besar BNN:

  1. Meningkatkan rasa aman masyarakat melalui kualitas perumusan dan implementasi kebijakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

  2. Memperkuat layanan rehabilitasi dan keterpulihan bagi penyalahguna narkoba, sehingga mereka dapat kembali produktif dan berdaya guna.

  3. Mendorong tata kelola kelembagaan yang responsif dan proaktif, dengan mengedepankan kolaborasi antar pemangku kepentingan serta memanfaatkan transformasi digital dalam setiap lini layanan.

Ketiga misi ini dirancang tidak hanya untuk menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga untuk mendukung visi besar bangsa, yaitu mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Indonesia Bersinar) menuju Indonesia Emas 2045.

Program Prioritas dan Tahapan Strategis

Sebagai turunan dari visi dan misi tersebut, Kepala BNN RI telah merumuskan sejumlah program prioritas yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pemberdayaan masyarakat miskin terdampak narkoba, guna mengurangi kerentanan sosial yang kerap dimanfaatkan jaringan peredaran gelap.

  • Rehabilitasi rawat jalan yang akuntabel, sebagai alternatif layanan yang lebih mudah diakses dan menjangkau lapisan masyarakat luas.

  • Pemberantasan berbasis teknologi, yang memanfaatkan sistem digital untuk memperkuat deteksi, pemetaan, dan penindakan jaringan narkotika.

  • Transformasi digital kelembagaan, untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, cepat, dan efektif.

Untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan terarah, BNN RI juga menyusun tahapan strategis sebagai landasan operasional. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Program Quick Win 100 Hari, yang berfungsi sebagai indikator awal dalam mengukur efektivitas kebijakan serta pengganda dampak dari setiap inisiatif. Dengan langkah ini, diharapkan perubahan yang cepat, terukur, dan berdampak luas dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

War on Drugs for Humanity

Kepala BNN RI menegaskan bahwa strategi pemberantasan narkotika ke depan akan tetap dijalankan dengan tegas, tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan peredaran gelap narkotika. Namun, pendekatan ini tidak mengesampingkan nilai kemanusiaan. Melalui strategi War on Drugs for Humanity, BNN berkomitmen untuk tetap mengedepankan prinsip rehabilitatif bagi para penyalahguna narkoba, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Pendekatan ini mencerminkan keseimbangan antara ketegasan dalam penegakan hukum dan kepedulian terhadap nasib masyarakat yang terjerat penyalahgunaan narkotika. Harapannya, langkah ini dapat memperkuat ketahanan sosial, menciptakan generasi produktif, serta menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dengan arah kebijakan yang jelas, strategi yang terukur, serta komitmen kuat dari seluruh jajaran, BNN optimistis dapat memperkuat implementasi P4GN secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. Kepala BNN RI menekankan bahwa keberhasilan visi besar ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat luas.

“BNN tidak akan pernah berhenti berjuang. Kita akan terus bergerak bersama untuk menghadirkan Indonesia yang lebih bersih dari narkoba, demi masa depan generasi bangsa yang unggul,” pungkas Kepala BNN RI.

Melalui kerja sama yang solid, integritas yang terjaga, dan sinergi yang terus diperkuat, BNN RI yakin visi Indonesia Bersinar dapat diwujudkan. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengawal langkah bangsa menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

HUMAS BNN KABUPATEN CILACAP

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel