Skip to main content
PemberantasanPencegahan dan PemberdayaanRehabilitasiBerita Utama

Kepala BNN Kabupaten Cilacap Ingatkan Bahaya Narkoba Mengintai di Balik Tembok Pesantren

Dibaca: 30 Oleh 02 Agu 2025Tidak ada komentar
Kepala BNN Kabupaten Cilacap Ingatkan Bahaya Narkoba Mengintai di Balik Tembok Pesantren
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

cilacapkab.bnn.go.id, Cilacap (2/8) – Banyak orang menganggap bahwa pondok pesantren adalah tempat yang steril dari pengaruh buruk dunia luar, termasuk narkoba. Namun, anggapan ini mulai terguncang setelah pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Kombes Pol. Eddy Mulsupriyanto, S.E., M.A.P., dalam kegiatan Khutbatul ‘Arsyi di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kesugihan pada Jumat (1/8).

Dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar pada momen penting tersebut, beliau menyampaikan dengan tegas bahwa tidak ada lingkungan yang sepenuhnya bebas dari ancaman narkotika — bahkan pondok pesantren sekalipun. Tema yang diangkat dalam penyuluhan ini adalah “Bahaya Rokok, Minuman Keras dan Narkotika”, yang membedah tiga pintu awal yang sering kali menjadi jalan masuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda, termasuk santri.

Menurut beliau, saat ini modus peredaran narkoba sudah sangat canggih. Pelaku tidak lagi menyasar tempat-tempat hiburan malam atau komunitas urban saja, tetapi juga menjangkau komunitas yang sebelumnya dianggap sebagai “zona aman”, termasuk lembaga pendidikan keagamaan. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa sebagian pelajar atau santri sering tidak menyadari bahwa apa yang mereka konsumsi sebenarnya sudah termasuk golongan zat adiktif berbahaya.

Dalam penyuluhan tersebut, para santri tidak hanya diberi informasi, tapi juga diajak untuk aktif menjadi bagian dari solusi. Santri harus memiliki keberanian untuk berkata “tidak” pada ajakan mencoba rokok, minuman keras, apalagi narkoba. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali keberanian moral untuk melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitarnya. Budaya melapor ini penting dibangun agar lingkungan pondok pesantren benar-benar terjaga dan tetap menjadi tempat yang aman serta kondusif bagi pembentukan karakter dan akhlak.

Kegiatan ini menjadi titik awal bagi terbentuknya Pesantren Bersinar — Bersih Narkoba. Sebuah gerakan moral yang tidak hanya menolak narkoba, tetapi juga membangun sistem perlindungan sosial di dalam komunitas pesantren. BNN berharap, para santri tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam menjaga diri dari godaan narkoba.

Dengan kegiatan seperti ini, BNN Kabupaten Cilacap berharap pesantren-pesantren lain juga dapat mengikuti jejak yang sama. Sebab menjaga generasi muda dari narkoba adalah tugas bersama. Bila tidak dimulai dari sekarang, maka ancaman itu akan terus menyelinap, bahkan ke tempat yang paling kita percaya sebagai benteng moral. (Kj)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel